Percakapan di Atas Gedung – A Flash Fiction

Dalam gelap malam, aku tiba di atap sebuah gedung berlantai 27. Lalu, kulihat seorang perempuan sedang melongokkan kepalanya di ujung atap. Aku menghampiri dan ikut menengok ke jalanan di bawah gedung. Terlihat seonggok tubuh manusia sudah tergeletak di jalan, tak bergerak. "Aku mendorongnya," ungkap perempuan itu tanpa basa-basi. Ia masih memandang ke arah jalanan di... Continue Reading →

Hujan #1 – A Flash Fiction

Hujan turun tepat ketika aku hendak turun dari kendaraan ojek online. Tanpa pikir panjang, kuminta pada si pengemudi untuk menurunkanku di halte depan sana. Sayang sekali, padahal tadi ketika aku berangkat matahari seakan menyeringai panas. Namun sekarang awan kelabu berhasil membungkam seringainya dan meneteskan bulir-bulir air yang semakin deras. Angin pun berhembus pelan meniupkan udara... Continue Reading →

Cinta untuk Siapa – A Flash Fiction

Elvan adalah bos di kantor yang kutaksir saat ini. Sudah dua minggu ini aku tak berhenti menyebut-nyebut nama Elvan dalam ceritaku. Elvan ini, Elvan itu. Sepertinya aku tergila-gila dengan Elvan! Aku seperti kembali lagi jatuh cinta seperti jaman sekolah, ketika perasaan berapi-api.

Jantungku Berdebar – A Flash Fiction

Jantungku berdebar tak karuan saat kuketik pesan untuk Elvan. Elvan adalah kepala departemen tempatku bekerja. Bukan apa-apa, hanya saja posisi dan usianya terpaut jauh di atasku, sehingga aku takut dan cukup berhati-hati dalam merangkai kalimat. Entah sudah berapa kata yang sudah kuketik dan kuhapus karena tidak yakin cukup sopan untuknya.

We Need to Talk – A Flash Fiction

That morning, I said hi to him. He used to send that hi message every morning and I had always been excited to see the new message notification. However that morning was different, I couldn’t help but get the feeling. Something was off.

Regrets

Earlier this year, I was approached by recruiter from one of biggest tech company in the world. At first I didn't reply the email at all, but then she contacted me for the second time. And so I booked her time for an interview. At that time, I wasn't serious, and made a stupid mistake... Continue Reading →

A WordPress.com Website.

Up ↑